Senin, 18 Januari 2016

Pada kesempatan kali ini nyekrip akan membahas cara membuat email, apa itu email dan fungsi dari email. Dalam tutorial ini akan dibahas secara detail langkah demi langkah tentang cara membuat email pada tiga tempat, yaitu Gmail, Yahoo dan Hotmail. Tutorial akan mencangkup tiga bagian, pada bagian pertama cara membuat email baru di gmail, bagian kedua cara membuat email baru di yahoo dan bagian ketiga cara membuat email baru hotmail atau microsoft.
Email adalah alat komunikasi yang murah, cepat, dan efisien. Email adalah alat komunikasi berjenis surat dalam bentuk elektronik dan merupakan salah satu aplikasi internet yang digunakan dalam hal surat menyurat.
Kegunaan dari email sangatlah banyak, kebanyakan orang membuat email untuk kebutuhan dalam membuat akun, baik itu akun facebook, akun twitter dan sosial media lain. Pada saat kita ingin membuat web 2.0 atau ingin membuat web gratis, kita juga akan membutuhkan email. Pada dasarnya semua jenis layanan yang berada di internet baik gratis atau berbayar, biasanya menyediakan halaman pendaftaran, dan ketika mendaftar akan dibutuhkan alamat email.
Untungnya, dalam membuat email tidak dibutuhkan biaya alias gratis. Oke, Mari kita mulai membuat akun email gratis untuk mulai mengirim dan menerima email.

Cara membuat Email Baru Gmail

Agar mudah dalam memahami dan mengikuti cara pembuatan email, tutorial cara membuat email baru lengkap dengan gambar dibuat dengan sederhana langkah demi langkah.
  • Kunjungi Gmail.com. Langkah pertama untuk membuat akun email dengan Gmail, layanan email gratis dari Google, adalah untuk mengunjungi situs utama Gmail. Ketik ” gmail.com ” ke bar navigasi dari browser Anda, atau sebaliknya, ketik “Gmail” ke mesin pencari pilihan Anda dan klik hasil yang relevan. Klik “Buat akun” Pada layar login Gmail, lihat link pembuatan akun di bawah form login. Klik link ini untuk melanjutkan ke proses pembuatan akun.
Kajian Islam ilmiah ini merupakan lanjutan dari kajian Kepribadian Seorang Wanita Muslimah Menurut Islam (Bagian Pertama) yang pernah diputar secara live pada 28 Pebruari 2011. Kajian disampaikan oleh Ustadz Fuad Hamzah Baraba', Lc. (hafidhohullohu Ta'ala) dan kajian ini diputar secara pada 5 Maret 2011. Silakan membuka tulisan sebelumnya untuk melihat dan memutar kajian seri sebelumnya.
Kajian ini melanjutkan pembahasan pada seri sebelumnya, di mana pada pembahasan yang lalu telah dijelaskan tentang bagaimana pribadi seorang wanita muslimah yang dengan keimanannya juga menyempatkan atau lebih mengutamakan waktunya untuk mendekatkan diri kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dengan melaksanakan sholat lima waktu. Dan terkadang sebagai seorang wanita muslimah juga diperbolehkan melaksanak sholat lima waktu di masjid secara berjamaah bersama kaum muslimin, dan hal tersebut tidak menjadi kewajiban bagi seorang wanita karena Islam telah memberikan kelonggaran bagi wanita untuk tidak lazim (tidak harus) menghadiri sholat berjama'ah di masjid. Walaupun demikian, pada waktu yang sama, wanita diperbolehkan untuk keluar dari rumahnya menuju masjid untuk melaksanakan sholat berjama'ah. Hal tersebut telah dilakukan oleh para Shohabiyah (sahabat wanita) di jaman Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam, di mana mereka sholat bersama Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam.
Dalam sebuah hadits, dari Ummul Mukminin, 'Aisyah rodhiyallohu 'anha, yang artinya:
"Sungguh Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam melaksanakan sholat Fajar (Subuh), juga ada beberapa wanita yang ikut sholat bersama Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam dan mereka mengenakan hijab mereka (menutup aurat mereka), kemudian mereka (para wanita mukminah tersebut) kembali ke rumah-rumah mereka dan tidak ada seorangpun yang mengetahuinya."
Hadits ini dibawakan oleh Al-Imam Ibnu Hajar, dalam kitabnya Fathul Bari.
Dan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim, dari Ummul Mukminin, 'Aisyah rodhiyallohu 'anha, yang artinya:
"Dulu para wanita mukminah ikut sholat bersama Rosulullah shollallohu 'alaihi wasallam, dengan mereka mengenakan hijab (menutup auratnya), kemudian mereka kembali ke rumah-rumah mereka tatkala telah selesai melaksanakan sholat tersebut, dan tidak ada seorangpun yang mengetahuinya karena masih sedikit gelap."
Dan Rasululloh shollallohu 'alaihi wasallam pernah memendekkan sholatnya karena mendengar tangisan seorang anak kecil, dan ini merupakan penghormatan Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam kepada para wanita yang mungkin ketika ia sholat sembari membawa anaknya yang masih kecil.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim, Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam bersabda, artinya:
"Sesungguhnya aku akan masuk mendirikan sholat, dan aku ingin memanjangkan sholat ini, tetapi aku mendengar tangisan seorang anak kecil, maka aku pendekkan sholatku karena aku tahu akan tulusnya kasih sayang seorang ibu (atau sedihnya seorang ibu) karena mendengar tangisan anaknya."
Islam memberikan bagian bagi para wanita dan memperhatikan kondisi mereka, sehingga syari'at ini tidaklah mewajibkan para wanita untuk mendatangi masjid-masjid agar mereka sholat berjama'ah di masjid untuk sholat yang lima waktu, karena Islam mengetahui bahwa para wanita lebih sibuk, merasa lelah, dan juga kesulitan tatkala mengurus rumah tangganya. Dan mungkin para wanita lebih sibuk dalam mengurus rumah tangganya, mengurus suaminya, mengurus anak-anaknya, sehingga yang demikian ini menyulitkan jika seandainya para wanita diwajibkan melaksanakan sholat berjama'ah di masjid. Maka sangat jelaslah hikmah mengapa para wanita tidak diwajibkan untuk melaksanakan sholat berjama'ah di masjid, tidak sama halnya dengan para pria. Akan tetapi, Islam juga menjadikan sholat para wanita di rumahnya lebih baik daripada sholatnya di masjid.

Sejarah Muhammadiyah

 
 Masjid Bersejarah
PROLOG

Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KHA Dahlan .
Beliau adalah pegawai kesultanan Kraton Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai pedagang. Melihat keadaan ummat Islam pada waktu itu dalam keadaan jumud, beku dan penuh dengan amalan-amalan yang bersifat mistik, beliau tergerak hatinya untuk mengajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan Qur`an dan Hadist. Oleh karena itu beliau memberikan pengertian keagamaan dirumahnya ditengah kesibukannya sebagai Khatib dan para pedagang.
 
Mula-mula ajaran ini ditolak, namun berkat ketekunan dan kesabarannya, akhirnya mendapat sambutan dari keluarga dan teman dekatnya. Profesinya sebagai pedagang sangat mendukung ajakan beliau, sehingga dalam waktu singkat ajakannya menyebar ke luar kampung Kauman bahkan sampai ke luar daerah dan ke luar pulau Jawa. Untuk mengorganisir kegiatan tersebut maka didirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Dan kini Muhammadiyah telah ada diseluruh pelosok tanah air.
 
Disamping memberikan pelajaran/pengetahuannya kepada laki-laki, beliau juga memberi pelajaran kepada kaum Ibu muda dalam forum pengajian yang disebut "Sidratul Muntaha". Pada siang hari pelajaran untuk anak-anak laki-laki dan perempuan. Pada malam hari untuk anak-anak yang telah dewasa.
KH A Dahlan memimpin Muhammadiyah dari tahun 1912 hingga tahun 1922 dimana saat itu masih menggunakan sistem permusyawaratan rapat tahunan. Pada rapat tahun ke 11, Pemimpin Muhammadiyah dipegang oleh KH Ibrahim yang kemudian memegang Muhammadiyah hingga tahun 1934.Rapat Tahunan itu sendiri kemudian berubah menjadi Konggres Tahunan pada tahun 1926 yang di kemudian hari berubah menjadi Muktamar tiga tahunan dan seperti saat ini Menjadi Muktamar 5 tahunan.